Cegah Stunting pada Anak dengan Berbagai Makanan Ini

Masalah stunting pada anak rupanya menjadi permasalahan yang sejak dulu agak sulit dihilangkan total dari Indonesia. Kasus anak kurang gizi mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, seperti terlihat dari seretnya berat badan dan tinggi badan setiap bulan.

Si kecil bisa saja banyak makan, banyak main, aktif, dan ceria, tetapi berat badannya seret. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh kekurangan pemberian gizi dengan baik kepada anak sehingga tidak memaksimalkan tumbuh kembang si kecil dengan tepat.

5 Sumber Makanan Pencegah Stunting pada Anak

Stunting bukan hanya menjadi isu lokal, tetapi juga dibahas secara nasional dengan salah satu upayanya memperbaiki asupan makanan saat melakukan posyandu. Sementara di rumah, orang tua dapat mensiasati kekurangan gizi pada anak melalui asupan berikut:

  1. Tempe dan Tahu

    Sumber protein murah meriah yang menjangkau semua kalangan masyarakat, tempe dan tahu ternyata memiliki peran besar dalam pencegahan kekurangan gizi. Tempe maupun tahu adalah sumber protein nabati di mana setiap 100 gram tempe mengandung 14 gr protein.

    Sementara setiap 100 gram tahu mengandung 10,9 gram protein dan keduanya mengandung zat besi. Kandungan zat besi sendiri sangat bagus untuk pertumbuhan anak sehingga dapat mencegah terjadinya stunting pada anak sejak usia dini.

    Kandungan baik pada tempe dan tahu dapat meningkatkan asupan energi bagi si kecil, juga dapat meningkatkan stamina serta menjaga kesehatan tulang dengan baik. Setiap 85 gram tempe dapat memenuhi zat besi sebanyak 10% dan 8% untuk tahu dengan porsi sama.

  2. Sumber Protein Telur

    Selain tempe dan tahu, telur juga merupakan sumber protein, namun protein hewani yang mampu mencegah gizi buruk pada si kecil. Telur juga termasuk lauk-pauk murah meriah dan mudah didapatkan di berbagai tempat, baik tukang sayur terdekat, agen telur, dan peternak.

    Telur bahkan menjadi salah satu asupan bergizi untuk mencegah stunting pada anak yang dianjurkan pemerintah. Selain bisa dikonsumsi saat anak MPASI, telur juga bisa mencegah terjadinya kekurangan gizi sejak ibu hamil. Baik bagi anak, baik juga bagi kesehatan ibu.

    Kandungan asam amino pada telur sangat baik untuk kesehatan ibu maupun janin di dalam kandungan. Kandungan vitamin, mineral, serta kolin juga amat bagus untuk perkembangan otak anak yang masih dalam masa emas, namun perhatikan tingkat kematangan telurnya.

  3. Sumber Protein Hati Ayam

    Hati ayam ternyata memiliki kandungan protein lebih tinggi dari daging ayam, namun harganya tentu jauh lebih murah. Dari 100 gram hati ayam bisa memberikan asupan protein sebesar 27,4 gram. Sementara daging ayam per 10 gramnya hanya 18,2 gram protein.

    Tidak perlu mahal untuk mencegah stunting pada anak, terpenting adalah orang tua tahu sejauh mana kebutuhan anak akan setiap asupan gizi. Sehingga bisa memberikan makanan terbaik dan tepat sesuai porsi yang dibutuhkan, tidak kurang, tidak juga berlebihan.

    Hati ayam juga memiliki kandungan rendah kalori yang membuat kenyang lebih cepat, namun energinya tersimpan lama. Vitamin B pada hati ayam sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak, maupun menjaga kesehatan sejak bayi di dalam kandungan.

  4. Lauk Pauk Ikan

    Bukan hal aneh jika ikan termasuk salah satu makanan sumber gizi terbaik bagi anak, terutama ikan lokal. Belakangan bahkan diketahui fakta bahwa ikan kembung dengan harga murah memiliki kandungan gizi setara salmon, di mana salmon ini kerap jadi icon gizi.

    Beruntungnya, untuk pencegahan stunting pada anak dengan pemberian ikan kembung tidak perlu proses panjang. Termasuk ikan lokal, kesegaran kembung seharusnya jauh di atas salmon karena salmon merupakan produk impor dengan banyak proses pengiriman.

    Ikan-ikan lainnya dengan kandungan gizi tinggi ada lele, mas, mujair, dan sebagainya. Ikan kembung adalah ikan lokal dengan kandungan vitamin D tinggi, selain itu juga vitamin B lengkap. Semua sumber vitamin tersebut amat baik untuk menunjang tumbuh kembang si kecil.

  5. Olahan Daging Merah

    Olahan daging merah dari daging sapi merupakan sumber gizi terbaik bagi si kecil lainnya. Daging sapi mengandung asam amino dan protein yang dibutuhkan tubuh sehingga dapat memaksimalkan perkembangan maupun pertumbuhan si kecil.

    Olahan daging sapi sebagai lauk pencegah stunting pada anak sudah bisa diberikan sejak usia 6 bulan. Orang tua dapat menyiasatinya dengan menghancurkan daging dengan nasi sehingga adonan berbentuk bubur dan si kecil bisa mengkonsumsinya saat makan.

    Mengolah daging sapi sama dengan mengolah telur dan hati ayam, tingkat kematangannya harus tepat. Pastikan juga tidak meninggalkan bau amis agar anak tidak merasa trauma ketika mengkonsumsinya.
    Berbagai sumber makanan pencegah gizi buruk pada si kecil tidak selalu mahal. Terkadang stunting pada anak bukan karena orang tua tidak mampu, melainkan orang tua minim pengetahuan dalam memberikan sumber makanan bergizi pada si kecil.